Minggu, 11 November 2018


APA SEBENARNYA KITA INI?

Kau datang menghapus duka

Kau datang untuk menghidupkan rasa

Rasa yang sudah lama mati ditinggal sang penghuni

Berada di dekatmu saja sudah cukup untuk menghidupkan rasa

Awalnya, kupikir kaulah pengganti sang penghuni itu

Ternyata kau hanya orang yang datang tetapi tak menetap

Kau tak biarkan hatimu berbicara tentang rasa ini

Memang, kau dapat membuat hariku ramai


Memang kau dapat membuatku memikirkan hari esok,apakah akan bertemu atau kita tak saling temu?

Kau membuat aku tak sabar akan hadirnya hari esok.

Tetapi kau membuat hati bertanya, apa sebenarnya kita ini?

Tak terasa seperti sepasang kekasih,namun tak terasa seperti sekedar sahabat.

Terlalu cepat untuk menjadi sepasang kekasih,terlalu lama untuk hanya sekedar sahabat.
Mulai ada rasa takut untuk kehilangan.

Rasa yang seharusnya tidak ada dalam ikatan persahabatan

Rasa yang pernah kurasakan pada saat menjadi seorang kekasih, tapi kita ini bukan kekasih.
Biarkanlah ini mengalir seperti air.

Biarkan rasa ini menentukannya sendiri,apakah akan tetap mencari sang penghuni baru, atau menunggu kau yang hanya datang namun tak bisa selamanya menetap?


Selasa, 13 Juni 2017

Berduka Atas Kehilangan


Mengapa sampai saat ini aku masih belum bisa merelakanmu dengannya?
Walau pikiran sudah berkata tidak,namun hati tidak bisa mengucapkan hal yang sama dengan pikiran.
Saat hati tidak sejalan dengan pikiran, hal itulah yang membuatku masih saja ingin dihantui olehmu.
Kau tau aku merelakanmu?.
Aku hanya rindu. Itu saja.
Rindu senyumanmu,rindu pipimu yang bahkan masih terasa di tanganku. Rindu semua tingkah lakumu.
Aku hanya ingin bahagia seperti yang lain. Walau tanpamu.
Tapi nampaknya kau telah menancapkan kenangan yang begitu dalam,susah sekali menyabutnya.
Aku mengerti bahwa kau punya jalan bahagia yang kau pilih, ya itu tanpaku.
Tapi kau lupa aku juga punya rasa.
Dengan sengaja kau bilang bahwa kau sudah bersama yang lain saat aku masih sibuk berusaha untuk mendapatkanmu.
Kau tancapkan kembali luka yang sangat dalam
Membuat aku lupa bahwa memperjuangkanmu hanyalah hal yang tidak masuk akal.
Aku hanya ingin kembali denganmu, aku hanya ingin merasakan sisa hidupku bersamamu.
Walaupun kelak aku sudah tiada,setidaknya aku bisa bangga bahwa aku pernah merasakan menjadi lelaki sejati.
Berjuang untuk seseorang yang mungkin tidak ditakdirkan bertemu denganku.
Berjuang untuk seseorang yang bahkan tidak sampai hati mencintaiku.
Berjuang untuk seseorang yang tidak memberikan hatinya kepadaku.
Tetapi itu bukan salahmu,akulah yang terlalu berharap yang menimbulkan sakit yang amat.
Aku bersyukur pernah bertemu denganmu, walau hanya untuk persinggahan, namun aku yakin bahwa akan ada yang berlabuh dan memilih untuk bertahan